Jumat, 27 April 2012

Dampak Rotasi Bumi

Dampak Rotasi Bumi
Bumi yang nampak terlihat dan dirasakan kita Bumi adalah diam, tetapi secara tidak terasa Bumi kita adalah bergerak (berotasi), dijelaskan pada pengertian Bumi
Dalam putaranya Bumi rotasinya rentang waktu yang diperlukan adalah 23 jam 56 menit satu hari Siderik sama dengan satu hari bintang, berbeda dengan satu hari yang digunakan kita yaitu sehar-hari lamanya rata-rata adalah 24 jam, inilah yang dinamakan satu hari Matahari. Berarti di Ekuator Bumi berotasi dengan kecepatan 1.700 km perjam.
Akibat dari rotasi :
  1. Gerak rotasi Bumi menyebabkan terjadinya proses terbit dan terbenam benda langit yang setiap hari kita rasakan pergerakan ini disebut dengan pergerakan semu harian benda  langit.
  2. Akibat adanya rotasi Bumi ini, setiap wilayah Bumi mendapat giliran pergantian siang dan malam, namun pembagianya tidak sama, karena adanya kemiringan sudut sumbu rotasinya. Bagian yang menghadap matahari atau terkenan cahaya sinar Matahari ialah terjadi siang, sedangkan yang membelakangi Matahari menjadi gelap, bagian inilah mengalami malam. Oleh sebab itu masing permukaan Bumi mangalami satu kali siang dan satu kali malam dalam satu kali rotasi.
  3. Adanya rotasi juga menyebabkan terjadinya perbedaan gaya grafitasi daerah ekuator dan daerah kutub. Dan melahirkan pembelokan arah angin, dijelaskan dalam hukum ”Buys Ballot ”  Udara mengalir dari daerah maksimum ke daerah minimum, di belahan Bumi utara berbelok  ke kanan dan di belahan Bumi Selatan berbelok ke kiri.
     
     
    www.e-dukasi.net

Pengaruh Rotasi dan Revolusi



1. Pengaruh Rotasi Bumi
Rotasi bumi adalah perputaran bumi pada porosnya. Akibat yang ditimbulkan oleh rotasi bumi adalah:
  • terjadinya siang dan malam.
  • terjadinya gerak semu harian matahari.
  • terjadinya perbedaan waktu.
2. Pengaruh Revolusi Bumi
Revolusi bumi adalah perputaran bumi mengelilingi matahari. Pengaruh revolusi bumi adalah:
  • terjadinya pergantian musim
  • terjadinya perubahan lamanya siang dan malam.
  • terjadinya gerak semu tahunan matahari.
  • terjadinya rasi bintang yang berbeda dari bulan ke bulan.
>>> Tahun Masehi atau Tahun Syamsiyah adalah tahun yang didasarkan atas perhitungan waktu lamanya bumi mengelilingi matahari, yaitu 361 1/4 hari. Seingga tahun masehi atau tahun syamsiyah juga disebut tahun matahari.

3. Pengaruh Rotasi Bulan Rotasi bulan adal perputaran bulan pada porosnya. Kala rotasi bulan adalah sama dengan kala revolusinya, yaitu 29,5 hari atau 1 bulan. Akibatnya adalah bulan yang menghadap ke bumi selalu sama. Separo permukaan bulan yang lain tidak pernah terlihat dari bumi.

4. Pengaruh Revolusi Bulan
Revolusi bulan
adalah perputaran bulan mengelilingi bumi. Bulan dapat memantulkan cahaya dari matahri ke bumi. Bulan akan tampak dari bagian bumi yang mengalami malam hari. Revolusi bulan mengakibatkan bulan tampak dari bumi berubah-ubah dari hari ke hari.

>>> Tahun Komariyah atau Tahun Hijriyah adalah tahun yang didasarkan atas perhitungan waktu lamanya bulan mengelilingi bumi, yaitu 29 1/2 hari. Jumlah hari dalam satu tahun komariyah adalah 29 1/2 x 12 bulan = 254 hari.

Bukti Bumi Berputar Pada Sumbunya




Bukti Bumi Berputar Pada Sumbunya
Percobaan Benda ayun (Ayunan Foucault.)
Bola B pada gambar ….  Digantungkan pada P, dengan satu tali yang halus dan panjang. Misalkan titik Q adalah titik kutub utara Bumi, dan garis QP adalah garis panjang sumbu Bumi.
Bola B diayunkan sehungga bolak-balik pada suatu bidang tertentu P-R-S, dibawah misalkan suatu lingkaran (R-V-S-U-R).

Mula-mula proyeksi bola B ke Bumi adalah menuruti busur meridian Bumi R-Q-S, karena Bumi berputar, lingkaran R-V-S-U-R pun turut berputar juga.
Tetapi bidang ayunan P-R-S selalu tetap pada keudukan semula (karena bola B tergantung pada tali halus dan panjang, jadi putaranya tidak terasa), sesudah 6 jam maka akan ternyata, bahwa proyeksi ayunan bola B menuruti busur meridian bumi U-Q-V dan sesudah 12 jam akan meruti busur meridian S-Q-R, sesudah 18 jam menuruti busur meridian V-Q-U, dan sesudah 24 jam kembali lagi menuruti semula R-Q-S. Karena arah bidang ayunan itu tetap tidak berubah (menuju bintang Spica), dapatlah dipastikan, bahwa Bumi yang berputar pada sumbunya. Di kutub Utara putarannya 360° dalam waktu 24 jam.

                3. Angin-angin PasatSemula angin merupakan angin Utara dan angin Selatan menuju Equator, tetapi karena putaran Bumi pada sumbunya membiaslah angin-angin tersebut, sehingga merupakan Angin Timur Laut dan Tenggara.
                4. Pepat Bumi.Bumi pada kedua kutub dapat juga membuktikan, bahwa bumi berputar pada sumbunya, dahulu tatkala bumi masih lunak (barang yang lunak bila diputar pada sumbunya tentu pepat  pada kedua ujungnya).Pengukuran menunjukkan, bahwa untuk memperoleh jarak 1º di dekat kutub lebih panjang dibanding dengan di Equator, berarti bahwa muka Bumi di Equator melengkung, di Kutub Utara dan Selatan Bumi seperti di pepat, hal ini karena Bumi berputar.  Jadi sumbu Bumi lebih pendek dari garis menengah Equator.
 
Rotasi Bumi
Bumi merupakan sebuah planet sama dengan planet lain, Bumi berputar (rotasi) pada porosnya (sumbunya) sesuai dengan putarannya berlawanan dengan arah peredarnya jarum jam. Artinya satu kali putaran Bumi atau waktu edarnya memerlukan waktu 24 jam, tepatnya 23 jam, 56 menit, 48 detik, dan arah putarannya dari barat ke Timur
Gerak rotasi Bumi sangat berpengaruh terhadap semua unsur yang terdapat di Bumi, dan melahirkan berbagi gejala.
Apa buktinya dan bagaimana akibat rotasinya, maka ikuti informasi berikut:
Bukti bahwa Bumi berotasi:
1.    Percobaan Berzenberg dan Reich
Percobaanya dengan menjatuhkan peluru-peluru logam dari ketigian sebuah menara ±110m, ternyata peluru-peluru tersebut tidak jatuh pas pada titik tegak lurus, jatuhnya peluru-peluru itu selalu melenceng ke arah Timur. Hal ini yang membuktikan bahwa Bumi itu tidak diam, kalau diam maka arah peluru tepat dititik tegak lurus, ini mambuktikan bahwa Bumi itu berotasi, terlihat peluru-peluru yang dijatuhkan senantiasa melenceng.






www.e-dukasi.net

Dampak Revolusi Bumi

Dampak Revolusi Bumi
Bumi mengelilingi Matahari atau revolusi kadang disebut gerak edar atau gerak orbit.
Peredaran Bumi mengelilingi Matahari adakalanya menjauh dan adakalanya mendekat sesuai dengan Hukum Keppler.
Hukum Keppler I:
“tiap planet beredar mengelilingi Matahari, menempuh jalan yang berbentuk elips, serta Matahari berada pada salah-satu titik apinya"
Adanya kombinasi revolusi dan rotasi, jika sumbu rotasi Bumi tegak lurus bidang ekliptika, maka akan mengakibatkan batas siang dan malam sepanjang tahun senantiasa melalui kutub Utara dan kutub Selatan. Dalam satu tahun antara tanggal 21 Maret sampai 23 September, kutub Utara senantiasa mengalami siang terus-menerus, sebaliknya kutub Selatan senantiasa mengalami malam.
Secara garis besar, dapat dikatakan daerah muka Bumi di luar daerah ekuator (antara 23,5 derajat Lintang Utara sampai dengan 23,5 derajat Lintang Selatan) akan mengalami empat musim, dengan berpatokan pada musim belahan Bumi Utara, sebagai berikut:
 




www.e-dukasi.net

Rabu, 15 Februari 2012

rumus-rumus fisika SMP


RUMUS-RUMUS FISIKA SMP


NO
RUMUS
SIMBOL
SATUAN
(SI)
INFORMASI PENTING
1
Massa Jenis
ρ =
ρ  = massa jenis
m = massa
v  = volum
Kg/m3
Kg
m3
1 g/cm3 =1000 Kg/m3
1 Kg/m3 = 0,001 g/cm3

2
Pemuaian  panjang zat padat





 = pertambahan panjang
 = panjang mula-mula
  = koefisien muai zat padat

∆T = perubahan suhu
= panjang akhir


m
m
/oC atau /K
oC
m


Khusus bagian  ini  dan tidak harus dalam meter asalkan satuan keduanya sama misal dalam cm
3
Kalor
a.     Kalor untuk menaikan suhu benda
      Q = m.c.∆T
b.     Kalor untuk merubah wujud benda
Q = m.L

c.    Asas Black
m1.c1.(T1-Tc) = m2.c2.(Tc-T2)

d.    Alat Pemanas

Q = kalor
m = massa
c  = kalor jenis
L = kalor laten (kalor uap, kalor embun, kalor beku, kalor lebur)





P = daya alat pemanas
t = waktu untuk menaikan suhu

Joule
Kg
J/KgoC
J/kg







watt
sekon

1 kalori = 4,2 Joule
1 Joule = o,24 kalori






T1>T2 (Benda yang mempunyai suhu lebih diletakkan di ruas kiri)
4
Gerak Lurus Beraturan
s = v.t
s = jarak
v =  kecepatan
t  = waktu
M
m/s
s
1 km/jam = 1 x m/s
1 m/s = 1 x m/s
5
Gerak Lurus Berubah Beraturan
Vt = vo+at
Vt2 = vo2 + 2as
S = vot+(1/2)a.t2
vo = kecepatan awal
Vt = kecepatan akhir
a  = percepatan
t  = waktu
s = jarak
m/s
m/s
m/s2
sekon
m
Untuk perlambatan a bernilai negatif
6
Gaya
F = m.a

Berat
w = m.g
F = gaya
m = massa
a = percepatan
w = berat
g = percepatan gravitasi
Newton
kg
m/s2
N
m/s2
Besarnya massa selalu tetap, namun berat tergantung percepatan gravitasi di mana benda tsb berada
7
Tekanan  Zat Padat
p = tekanan
F = gaya
A = luas permukaan bidang
Pascal (Pa)
N
m2

1 Pa = 1 N/m2

8
Tekanan Zat Cair

Sistem hidrolik

Gaya apung / gaya ke atas
FA = wu – wf



FA = ρ.V.g

ρ  = massa jenis cairan
g = percepatan gravitasi
h = kedalaman zat cair
F1 = gaya pada penampang 1
F2 = gaya pada penampang 2
A1 = Luas penampang 1
A2 = Luas penampang 2


FA = Gaya ke atas
wu= berat benda ditimbang di udara
wf  = berat benda dalam cairan

V = volum zat cair yang dipindahkan

Kg/m3
m/s2
m
N
N
m



N
N
N
Sistem hidrolik diaplikasikan pada mesin pengangkat mobil sehingga beban yang berat dapat diangkat dengan gaya yang lebih kecil, satuan A1 harus sama dengan A2 dan satuan F1 harus sama dengan F2

ρ.V.g merupakan berat zat cair yang dipindahkan benda ketika benda dicelupkan ke dalam suatu cairan
9
Tekanan gas pada ruang tertutup
P1.V1 = P2.V2
P = Tekanan
V = Volume gas
atm
m3

Suhu gas dianggap tetap
10
Energi potensial
Ep = m.g.h

Energi Kinetik
Ek = mv2

m = massa
g = percepatan gravitasi
h = ketinggian

v = kecepatan
kg
m/s2
m

m/s
Pada saat buah kelapa jatuh dari pohon, buah mengalami perubahan bentuk energi dari energi potensial menjadi energi kinetik
11
Pesawat Sederhana
Pengungkit
w. w = F. F
Keuntungan mekanis Pengungkit
KM = =
Katrol
KM =
Bidang Miring
KM = =

w   = berat beban
F   = gaya / kuasa
w =  lengan beban
F =  lengan kuasa
KM = keuntungan mekanis
s    =  panjang bidang miring
h = tinggi bidang miring dari permukaan tanah
N
N
m
m
-
m
m
Pada takal / sistem katrol, besarnya KM ditentukan oleh jumlah banyak tali yang menanggung beban atau biasanya sama dengan jumlah katrol dalam sistem tsb.
12
Getaran
f =  =
T =  =
Gelombang
v =
f = frekuensi getaran / gelombang
T = periode getaran / gelombang
n = jumlah getaran / gelombang
v = cepat rambat gelombang
= panjang (satu) gelombang

Hertz
sekon
-
m/s
m
Hertz = 1/sekon
13
Bunyi
d =
d = kedalaman
v = cepat rambat gelombang bunyi
t = selang waktu antara suara (atau sonar) dikirim sampai didengar / diterima kembali
m
m/s
sekon
Rumus ini dapat digunakan untuk mengukur kedalaman air atau kedalaman gua.
14
Cahaya
Cermin Lengkung (cekung dan cembung)


Menentukan sifat bayangan cermin cekung
Ruang Benda+Ruang Bay = 5


 

       III     II       I      IV
          R      f     O
          




Lensa (cekung dan cembung)
(depan)                   ( belakang)

         2F2  F2     O    F1   2F1

f = jarak fokus cermin
R = jari-jari kelengkungan cermin
So = jarak benda di depan cermin
Si = jarak bayangan dari cermin
Hi = Tinggi bayangan
Ho = Tinggi benda
M = Perbesaran



Pada cermin cekung :
Ruang
Benda
Ruang
Bayangan
Sifat Bayangan
I
IV
maya, tegak, diperbesar
II
III
nyata, terbalik, diperbesar
III
II
nyata, terbalik, diperkecil
tepat di R
tepat di R
nyata, terbalik, sama besar
tepat di f
tepat di f
tidak terbentuk bayangan

P = kekuatan lensa
f = jarak fokus lensa
Pada lensa cembung :
Ruang
Benda
Ruang
Bayangan
Sifat Bayangan
O-F2
di depan lensa
maya, tegak, diperbesar
F2 – 2F2
di kanan 2F1
nyata, terbalik, diperbesar
2F2
2F1
nyata, terbalik, sama besar
tepat di F2
-
-
cm
cm
cm
cm
cm
cm

- (kai)















dioptri
f cermin cekung (+)
f cermin cembung (-)
Si (+)=bayangannyata
Si (-)=bayangan maya

M > 1 bay diperbesar
M = 1 bay sama besar
M < 1 bay diperkecil


Bayangan yang dibentuk cermin cembung selalu bersifat : maya, tegak, diperkecil







Untuk mencari kekuatan lensa, jarak fokus harus dalam meter
f  lensa cembung (+)
f  lensa cekung (-)
Si (+)=bayangannyata
Si (-)=bayangan maya

M > 1 bay diperbesar
M = 1 bay sama besar
M < 1 bay diperkecil

Bayangan yang dibentuk lensa cekung selalu bersifat : maya, tegak, diperkecil
15
Alat Optik
a.   Lup
Ma=
Mt=
b.   Mikroskop
M = fob x fok


Ma = Perbesaran untuk mata berakomodasi maksimum
Mt = Perbesaran untuk mata tidak berakomodasi / rileks
f = fokus lup

M = Perbesaran Mikroskop
fob = fokus lensa obyektif
fok = fokus lensa okuler
- (kali)

- (kali)




- (kali)
cm
cm
Lensa okuler merupakan lensa yang berada di dekat mata pengamat
Lensa obyektif berada di dekat obyek yang diamati

16
Listrik Statis
F = gaya coulomb
k = konstanta coulomb
Q = muatan listrik
d = jarak antar muatan
I = arus listrik
t = waktu
N
Nm2/c2
coulomb
m
ampere
sekon

17
Listrik Dinamis
Hukum Coulomb
V = I.R
Hambatan Penghantar

Rangkaian Seri R
Rt = R1+R2+....+Rn

Rangkaian Paralel R
Rangkaian Paralel terdiri dari 2 Resistor
Rt =
Hukum Kirchoff 1
I masuk = I keluar

Rangkaian Listrik dengan hambatan dalam
a. Baterai Seri
b. Baterai Paralel


V = beda potensial
W = energi listrik
Q = muatan listrik
R = hambatan

ρ = hambatan jenis
 = panjang kawat penghantar
A = Luas penampang penghantar











I = kuat arus



n = jumlah elemen
E = GGL (gaya gerak listrik)
r = hambatan dalam sumber tegangan
R = hambatan luar total

volt
joule
coulomb
ohm(Ω)


Ωm
m
m2












ampere




-
Volt
ohm

ohm



























GGL merupakan beda potensial baterai yang dihitung saat rangkaian terbuka atau beda potensial asli baterai
18
Energi Listrik dan Daya Listrik
a. Energi Listrik
W = Q.V
W = V.I.t
W = I2Rt
W=
b. Daya Listrik
P = V.I
P= I2R
P =
P =


W = Energi Listrik
Q = Muatan Listrik
V = tegangan / beda potensial
I  = Kuat Arus Listrik
P = Daya Listrik
t = waktu



joule
coulomb
volt
ampere
watt
sekon


i kalori – 4,2 Joule
I J = 0,24 kal
19
Gaya Lorentz
F = B.i.
F = Gaya Lorentz
B = Kuat medan magnet
i = kuat arus listrik
 = panjang kawat
N
Tesla
A
m

20
Transformator

Efisiensi Transformator

Vp = tegangan primer / masukan
Vs = teg. Sekunder / keluaran
Ip = Arus primer / masukan
Is = Arus sekunder / keluaran
Np = jumlah lilitan primer
Ns = Jumlah lilitan sekunder
Ws = Energi keluaran
Wp = Energi masukan
Ps = Daya keluaran
Pp = Daya masukan

V
V
A
A
-
-
J
J
watt
watt